HADIS EKONOMI 2



Hadis Tentang Manajemen 
Manajemen dalam bahasa inggris berarti mengatur (to manage), hal ini berarti bahwa manajemen merupakan suatu proses mengatur diri sendiri atau sebuah organisasi agar mencapai target atau tujuan yang diinginkan.
Nasa’i
أَخْبَرّى امُحَمَّىدٌ بْنُ رَافِعِ قَا لَحَدَّ ثَنَا عَبدُالرَّزَّاقِ قَالَ أَنَبَأَنَا مَعمَرٌ عَن أَبُّو بَ عَن أَبِى قِلَلَبَةَ عَن أَبِي الأَ ثعَثِ عَن ثَدَّادِبنِ أوسٍ قَالَ سَمِعتُ مِن النَّبِيِّ صَلَّى اللّهُ عَلَيهِ وَ سَلَّمَ انَتَينَ فَقَالَ أِنَّ  اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ كَتَبَ الأ حسَانَ عَلَى كُلِّ ثَئِ فَأِ ذَا قَتَلتُم فَأَ حسِنُوا القِتلةُ وَأِذَا ذَبَحتُم فَأَحِثنُوا الذَّبحَ و ليُحِدَّ أَحَدُكُم ثضفرَتُهُ ثُمَّ لِيُرحِ ذَ  بيحَتَهُ
Nabi SAW bersabda : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan yang dilakukan dengan baik dalam segala hal, jika kamu membunuh binatang maka lakukanlah dengan cara yang baik, jika kamu mau menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, pertajamlah alat potongnya, kemudian istirahatkanlah binatangnya.[1]
Dari hadis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen adalah melakukan sesuatu agar lebih baik. Perbuatan yang baik dilandasi dengan niat atau rencana yang baik, tata cara atau proses yang baik, yang dilakukan sesuai dengan syari’at dan dengan penuh kesungguhan.[2]
Berikut adalah beberapa fungsi manajemen :
1.      Planing dan Actualing
Sebelum memulai sesuatu hendaknya kita harus memiliki sebuah rencana atau tujuan agar tertata rapi aktivitas kita. Bagi seorang muslim, hendaknya segala rencana yang dibuat haruslah rencana yang baik, entah baik untuk perseorangan maupun untuk organisasi. Planing yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, sebuah rencana baik tidak akan menghasilkan apapun apabila hanya dibiarkan menjadi sebuah rencana tanpa sebuah realisasi atau diaktualisasikan. Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perencanaan adalah sebagai berikut[3] :
a.       Hasil yang ingin dicapai
b.      Orang yang melakukan
c.       Waktu dan skala prioritas
d.      Dana atau modal
2.      Organizing atau Pengorganisasian
Bukhari :
حَدَّثَنَا عَبدَانُ أَخبَرَنَا عَبدُ اللّهِ أَخبَرَنَا يُونُسُ عَن الزٌّهرِيِّ قَالَ حَدَّ ثَنِى  اَبُو سَلَمَةَ عَن أَبِي سَعِيدِ  الخُد رِيِّ عَن النَّبِيِّ صَلَّى اللّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا استُخلِفَ خَلشفَةٌ أِلَ لَهُ بِطَانَةٌ تَأ مُرُهُ بِا اخَيرِ وَتَخُضُّهُ غَلَيهِ وَ بِيطَانَةٌ تَأمُرُهُ بِا لثَّرِّ وَتَحُضُهُ عَلَيهِ وَالمعصُومُ مَن عَصَمَ اللّهُ
Nabi SAW bersabda :
seseorang tidak diutus sebagai khalifah kecuali memiliki 2 niat, yaitu memerintahkan dan mendorong pada kebaikan dan memerintahkan dan mendorong kejelekan. Orang yang menjaga (dari kejelekan) adalah yang dijaga oleh Allah.”
Hadis diatas mendorong umatnya untuk melakukan segala sesuatu secara terorganisir dengan rapi seperti perkataan Ali bin Abi Thalib : “Kebenaran atau hak yang terorganisir dengan rapi, bisa dikalahkan oleh kebatilan yang lebih terorganisir dengan rapi.[4]
Dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan hasil optimal diperlukan perealisasian yang rapi dan terencana, yaitu dengan mengornanisasikan atau mengkelompokkan sesuatu sesuai dengan bidangnya.
3.      Controlling atau Pengawasan
Pengawasan atau kontrol terbagi menjadi dua hal :
a.       Kontrol yang berasal dari diri sendiri yang bersumber dari tauhid dan keimanan kepada Allah SWT.
b.      Kontrol yang berasal dari luar diri seperti engawasan dari pemimpin yang berkaitan langsung dengan tugas yang didelegasikan, kesesuaian antara penyelesaian dan perencanaan tugas,dll.
Tujuan adanya controlling atau pengawasan ini adalah agar proses pekerjaan yang ditemukan menyimpang dapat segera diperbaiki.[5]


[1] Matan lain: Muslim 3615, Turmudzi 1329, Abi Daud 2432, Ibnu Majah 3161, Ahmad 16490, Darimi 1888.
[2] Ilfi Nur Diana, Hadis – Hadis Ekonomi (UIN Maliki Press :Malang, 2012) hal.56
[3] Ibid,. hal 159
[4] Usman Efendi, Asas Manajemen, hal. 19
[5] Syamsir Torang, Organisasi & Manajemen (Bandung : Alfabeta, 2013), hal. 176

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HADIS EKONOMI 5

HADIS EKONOMI 4

HADIS EKONOMI 3